Rabu, 13 November 2013

PENDEKATAN GEOGRAFI POLITIK



Nama : Ardi Rohmanto
Nim  : 30600112016
Prodi : ILMU POLITIK
Tugas : Geografi Politik

UIN ALAUDDIN MAKASSAR 2012/2013
 
1.      Geografi Politik
Geografi politik dapat diartikan sebagai: “…is the geography of states and provide a geographical interpretastion of internations”. 
Berdasarkan pengertian ini ruang lingkup geografi politik hanya terdapat tiga bahan kajian pokok, yaitu mengkaji tentang Evironmrnetal Relationship, National Power, dan Political Region.

è Evironmrnetal Relationship
menekankan pada studi perbedaan dan keanekaragaman wilayah Negara dan penduduknya di muka bumi. Konsep Evironmrnetal Relationships menitikberatkan kepada hubungan antara kehidupan manusia dan dan lingkungan alamnya akibat dorongan kehidupan dan keanekaragaman wilayah Negara. Prinsip Evironmrnetal Relationships didukung oleh pendapat dari Alexander yang mengatakan bahwa : “…correlation between cultural differences on the one hand and differences in physical phenomena. Such as climate, soils, and landform on the other”. (Abdurachmat, 1982).

è National Power,
menitikberatkan kepada masalah kekuatan Negara. Prinsip National Power. Prinsip ini dikembangkan oleh Ratzel yang membahas secara sistematis tentang pengaruh lingkungan alam terhadap ketahanan dan kekuasaan nasional. Pada abad ke 20, para ahli geografi mulai meninggalkan konsep National Power dalam membahas suatu Negara karena dinilai kurang objektif

è Political Region.
yang konsepnya menitikberatkan pada hal-hal yang bersifat teoritis seperti dasar, tujuan,, dan ruang lingkup geografi politik serta pengorganisasian keruangan. Konsep Political Region membahas tentang pembagian wilayah administrasi, batas Negara, dan masalah yang berhubungan dengan pengawasan wilayah kekuasaan Negara.

1.      Pendekatan geografi politik dalam mempelajari objek studinya menggunakan empat pendekatan yaitu, historis, factual, fungsional, dan relationship

è Pendekatan historis
yang mengkaji Negara berdasarkan asal mula dan perkembangan suatu Negara. Pendekatan ini bermanfaat untuk mempelajari Negara sebagai Indivisual Case. Contohnya: Mempelajari Indonesia dari asal mulanya mulai dari pulau-pulau menjadi kesatuan.


è Pendekatan factual
oleh Velkenbung digunakan untuk mempelajari kenyataan-kenyataan kehidupan politik suatu Negara dengan berbagai unsur geografisnya seperti luas, bentuk wilayah, iklim, sumberdaya dan penduduk (Abdurachmat, 1982). Contohnya: Dengan bentuk Indonesia yang merupakan Negara kepulauan maka Indonesia memiliki unsur geografis yang berbeda dengan Negara lain mulai dari iklim, sumberdaya, dan luas.

è Pendekatan fungsional
yang mempelajari bagaimana suatu Negara membina atau mengorganisir dirinya sendiri seperti. Pendekatan ini mengkaji kekuatan-kekuatan yang sifatnya nonpolitis seperti iklim, pegunungan, penyebaran penduduk yang tidak merata, pengaruh faktor fisik dan manusia terhadap aktivitas politik Negara, bagaimana aspek-aspek politik yang dilaksanakan terhadap aspek lain, bagaimana hubungan luar negeri, bagaimana tingkat ketergantungan suatu Negara terhadap Negara lain. Contohnya: Mempelajari Indonesia dari dilihat dari sifat-sifat nonpolitis seperti dari faktor geografis seperti iklim, persebaran penduduk.

è Pendekatan relationship
lebih menitikberatkan pada hubungan faktor-faktor lingkungan (alam) dengan aspek-aspek politik. Secara sederhana pendekatan ini digunakan untuk mengkaji kemakmuran suatu Negara dilihat dari ketersediaan faktor sumberdaya alam. Perhitngan kekayaan alam menjadi dasar pada kesadaran suatu bangsa untuk mempertahankan dan melangsungkan hidupnya. Contohnya: Mengkaji kemajuan afrika selatan dari segi kekayaan alam atau ketersediaan faktor sumberdaya.

2.      Menurut hans J. Morgenthau (dalam sri hayati,2007) faktor yang mempengaruhi kekuatan suatu Negara yaitu:

è Faktor geografi, faktor yang lebih menekankan kepada letak geografi suatu Negara. Seberapa besar pengaruh dari letak geografi terhadap Negara khususnya dalam hal kekuatan ke luar.
è Sumber pendapatan alami, sumber alami adalah sumber daya alam yang berasal dari dalam Negara yang bias berupa bahan makanan, bahan mineral, sumber energy, sumber daya air, sumberdaya tanah dan lain-lain.
è Kemampuan industri, adalah kemampuan suatu Negara untuk memeproduksi suatu barang yang berguna.
è Militer, kekuatan militer seringkali menjadi kekuatan yang paling di tonjolkan oleh suatu Negara setelah tidak ada masalah dengan ekonominya.
è Populasi, adalah sejumlah penduduk yang menempati suatu Negara dengan berbagai kehidupannya.
è Karakter nasional, karakter merupakan sifat-sifat kejiwaan, akhlak dan budi pekerti manusia, watak.
è Moral nasional, moral nasional disini berarti mora; yang dimiliki oleh keseluruhan warga Negara, baik atau buruknya moral nasional mempengaruhi terhadap pandangan warga Negara lain terhadap Negara tersebut.
è Kualitas diplomasi, diplomasi merupakan urursan atau penyelenggaraan perhubungan antara dua Negara atau lebih dan bersifat resmi.
è Kualitas pemerintahan, pemerintah selaku pihak yang mengurus atau mengendalikan Negara merupakan faktor yang tidak kalah penting dalam menentukan kekuatan.

0 komentar:

Posting Komentar