Nama
: Ardi Rohmanto
Nim : 30600112016
Prodi
: ILMU POLITIK
Tugas
: Geografi Politik
UIN ALAUDDIN MAKASSAR 2012/2013
1. Geografi
Politik
Geografi politik dapat diartikan sebagai: “…is the
geography of states and provide a geographical interpretastion of
internations”.
Berdasarkan pengertian
ini ruang lingkup geografi politik hanya terdapat tiga bahan kajian pokok,
yaitu mengkaji tentang Evironmrnetal Relationship, National Power, dan
Political Region.
è Evironmrnetal Relationship
menekankan
pada studi perbedaan dan keanekaragaman wilayah Negara dan penduduknya di muka
bumi. Konsep Evironmrnetal Relationships menitikberatkan kepada hubungan antara
kehidupan manusia dan dan lingkungan alamnya akibat dorongan kehidupan dan
keanekaragaman wilayah Negara. Prinsip Evironmrnetal Relationships
didukung oleh pendapat dari Alexander yang mengatakan bahwa : “…correlation
between cultural differences on the one hand and differences in physical
phenomena. Such as climate, soils, and landform on the other”.
(Abdurachmat, 1982).
è National Power,
menitikberatkan
kepada masalah kekuatan Negara. Prinsip National Power. Prinsip ini
dikembangkan oleh Ratzel yang membahas secara sistematis tentang pengaruh
lingkungan alam terhadap ketahanan dan kekuasaan nasional. Pada abad ke
20, para ahli geografi mulai meninggalkan konsep National Power dalam membahas
suatu Negara karena dinilai kurang objektif
è Political Region.
yang
konsepnya menitikberatkan pada hal-hal yang bersifat teoritis seperti dasar,
tujuan,, dan ruang lingkup geografi politik serta pengorganisasian keruangan.
Konsep Political Region membahas tentang pembagian wilayah administrasi,
batas Negara, dan masalah yang berhubungan dengan pengawasan wilayah kekuasaan
Negara.
1. Pendekatan
geografi politik dalam mempelajari objek studinya menggunakan empat pendekatan
yaitu, historis, factual, fungsional, dan relationship
è Pendekatan
historis
yang
mengkaji Negara berdasarkan asal mula dan perkembangan suatu Negara. Pendekatan
ini bermanfaat untuk mempelajari Negara sebagai Indivisual Case. Contohnya:
Mempelajari Indonesia dari asal mulanya mulai dari pulau-pulau menjadi
kesatuan.
è Pendekatan
factual
oleh
Velkenbung digunakan untuk mempelajari kenyataan-kenyataan kehidupan politik
suatu Negara dengan berbagai unsur geografisnya seperti luas, bentuk wilayah,
iklim, sumberdaya dan penduduk (Abdurachmat, 1982). Contohnya:
Dengan bentuk Indonesia yang merupakan Negara kepulauan maka Indonesia memiliki
unsur geografis yang berbeda dengan Negara lain mulai dari iklim, sumberdaya,
dan luas.
è Pendekatan
fungsional
yang
mempelajari bagaimana suatu Negara membina atau mengorganisir dirinya sendiri
seperti. Pendekatan ini mengkaji kekuatan-kekuatan yang sifatnya nonpolitis
seperti iklim, pegunungan, penyebaran penduduk yang tidak merata, pengaruh
faktor fisik dan manusia terhadap aktivitas politik Negara, bagaimana
aspek-aspek politik yang dilaksanakan terhadap aspek lain, bagaimana hubungan
luar negeri, bagaimana tingkat ketergantungan suatu Negara terhadap Negara
lain. Contohnya: Mempelajari Indonesia dari dilihat dari
sifat-sifat nonpolitis seperti dari faktor geografis seperti iklim, persebaran
penduduk.
è Pendekatan
relationship
lebih
menitikberatkan pada hubungan faktor-faktor lingkungan (alam) dengan
aspek-aspek politik. Secara sederhana pendekatan ini digunakan untuk mengkaji
kemakmuran suatu Negara dilihat dari ketersediaan faktor sumberdaya alam.
Perhitngan kekayaan alam menjadi dasar pada kesadaran suatu bangsa untuk
mempertahankan dan melangsungkan hidupnya. Contohnya: Mengkaji
kemajuan afrika selatan dari segi kekayaan alam atau ketersediaan faktor
sumberdaya.
2. Menurut
hans J. Morgenthau (dalam sri hayati,2007) faktor yang mempengaruhi kekuatan
suatu Negara yaitu:
è Faktor geografi, faktor yang lebih menekankan
kepada letak geografi suatu Negara. Seberapa besar pengaruh dari letak geografi
terhadap Negara khususnya dalam hal kekuatan ke luar.
è Sumber pendapatan alami, sumber alami adalah sumber daya
alam yang berasal dari dalam Negara yang bias berupa bahan makanan, bahan
mineral, sumber energy, sumber daya air, sumberdaya tanah dan lain-lain.
è Kemampuan industri, adalah kemampuan suatu Negara
untuk memeproduksi suatu barang yang berguna.
è Militer, kekuatan militer seringkali
menjadi kekuatan yang paling di tonjolkan oleh suatu Negara setelah tidak ada
masalah dengan ekonominya.
è Populasi, adalah sejumlah penduduk yang
menempati suatu Negara dengan berbagai kehidupannya.
è Karakter nasional, karakter merupakan sifat-sifat
kejiwaan, akhlak dan budi pekerti manusia, watak.
è Moral nasional, moral nasional disini berarti
mora; yang dimiliki oleh keseluruhan warga Negara, baik atau buruknya moral
nasional mempengaruhi terhadap pandangan warga Negara lain terhadap Negara
tersebut.
è Kualitas diplomasi, diplomasi merupakan urursan atau
penyelenggaraan perhubungan antara dua Negara atau lebih dan bersifat resmi.
è Kualitas pemerintahan, pemerintah selaku pihak yang
mengurus atau mengendalikan Negara merupakan faktor yang tidak kalah penting
dalam menentukan kekuatan.

0 komentar:
Posting Komentar